Donor darah, merupakan salah satu kegiatan yang bernilai kemanusiaan juga sangat bermanfaat bagi kesehatan orang yang melakukannya. Biasanya kegiatan donor darah di lakukan oleh PMI setempat bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang memang ingin melakukan bakti sosial. Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Kemarin).

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama seluruh Dosen dan Mahasiswa FKIP dan Organisasi Elsam (Lembaga Studi Advokasi Mahasiswa) FKIP dalam mewujudkan Kampus yang lebih sehat tentunya. Kegiatan ini sangat didukung  penuh oleh Dekan FKIP Bapak Dr. Lukman, M.Hum.  yang dengan kegiatan donor darah ini sendiri memiliki tema yang sungguh mulia karena “setetes darahmu, selamatkan jiwa orang lain”.

Untuk bisa menjadi peserta donor darah pun ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh calon pendonor,  Di antaranya, adalah berusia 17 hingga 60 tahun, berat badan yang harus diatas 45 Kg, Tingkat Hemoglobin diatas 12,5 gram, denyut nadi normal dan tekanan darah baik, tidak sedang menstruasi bagi perempuan, tidak mengkonsumsi obat-obatan dan juga tidak memiliki riwayat penyakit berat atau menular. Tentunya hal ini dimaksudkan agar darah yang didapatkan dari kegiatan donor darah adalah darah yang bersih dan sehat supaya bisa dimanfaatkan untuk orang yang memerlukan. Meski sebelum darah itu disalurkan ke orang yang memerlukan, darah yang didapatkan dari kegiatan donor darah akan melalui serangkaian tes di laboratorium untuk memastikan bahwa darah tersebut layak digunakan. Darah yang terindikasi mengandung penyakit atau terinfeksi obat-obatan pastinya akan langsung dibuang.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga banyak yang menjadi pendonor aktif yang setiap kegiatan social seperti kemarin mereka sangat antusias untuk menjadi pendonor, salah satunya adalah Iluh Eliawati, mahasiswi angkatan 2014 yang rutin melakukan donor darah baik di kampus maupun di lingkungan tempatnya tinggal.

“Saya suka melakukan donor darah sebab itu mempermudah keluarga saya untuk memperoleh bantuan darah apabila sedang memerlukan darah, akibat kecelakaan misalnya,” tutur iluh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lain lagi dengan Wahyu , mahasiswa Angkatan 2016 yang mengaku awalnya takut melakukan donor darah.“Dulu, saya tidak berani ikut donor darah. Karena pernah jadi korban dokter yang salah menggunakan jarum suntik. Kemudian setelah kuliah saya nekat coba-coba ikut donor darah di kelurahan, alhamdulillah petugasnya profesional dalam menggunakan peralatan. Jadi sekarang saya rutin donor darah sebab saya telah merasakan manfaatnya, saya merasa segar dan sehat dengan melakukan donor darah,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

Masih banyak lagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang menjadi pendonor aktif setiap kegiatan social seperti ini. Beragam alasan orang melakukan donor darah, ada yang karena manfaatnya bagi kesehatan atau karena memang niatnya murni bagi kemanusiaan. Apapun itu, tentunya aksi donor darah adalah aksi sosial yang patut dilestarikan untuk memupuk rasa solidaritas kemanusiaan dalam setiap diri individu.

Hari/Tanggal               : Rabu, 09 Mei 2018

Pukul                           : 08.00 Wita – Selesai

Tempat                        : Dekanat FKIP UNTAD

 

-adminpbing

Leave a reply

required